Pentingnya Perencanaan Keuangan Yang Baik

Di banyak negara maju seperti di eropa dan amerika, sebagian besar penduduknya sudah sadar akan pentingnya perencanaan keuangan yang baik oleh karena itu sangatlah wajar bagi mereka untuk memiliki asuransi.

Mereka akan dengan sendirinya melakukan perencanaan keuangan dan memilih produk asuransi yang sesuai dengan kebutuhan mereka.

Berbeda sekali dengan negara berkembang seperti halnya indonesia. Mayoritas masyarakatnya belum memiliki kesadaran tentang perencanaan keuangan yang baik dan produk asuransi pun belum menjadi hal yang utama.

Artikel kali ini akan sedikit membahas mengapa perencanaan keuangan yang baik itu penting? Dan memiliki asuransi itu adalah pilihan yang cerdas dalam merencanakan perencanaan keuangan yang mapan.

Pengertian asuransi itu sendiri adalah suatu cara / jalan untuk meminimalisir resiko kerugian nilai ekonomi dengan membagi / menyalurkan resiko kepada pihak lain (perusahaan penyedia jasa asuransi).

Untuk melakukan pembelian produk asuransi dibutuhkan kepentingan yang melekat atas tertanggung dengan pihak yang berkepentingan.

Contohnya

Suami – Istri ada hubungan kepentingan yang melekat karena mereka adalah pasangan yang terikat dalam pernikahan. Jika sang suami (pencari nafkah) mengalami resiko yang tidak diinginkan Seperti sakit / meninggal dunia maka istri /anak secara langsung akan mengalami dampak baik secara emosional / secara financial.

Tapi dengan membeli produk asuransi. resiko tersebut akan diminimalisir dengan membagi resiko dengan perusahaan asuransi. biaya tersebut akan minimalisir dengan menerima manfaat nilai pertanggungan sesuai dengan isi polis asuransi. Karena polis asuransi adalah kontrak antara tertanggung dengan penanggung (perusahaan asuransi)

Pembelian produk asuransi sama dengan membayar sejumlah dana yang biasa disebut dengan premi kepada perusahaan penyedia jasa asuransi sesuai dengan perjanjian dalam polis yang dibuat, bisa dalam jangka waktu pertahun/ semester / perbulan .

Sebagian besar orang indonesia menganggap bahwa membayar premi sama dengan cost / pengeluaran karena manfaatnya tidak dirasakan saat ini.

Sebenarnya manfaat uang pertanggungan yang akan diterima jauh lebih besar dibandingankan dengan premi yang dibayarkan.

Berbeda dengan orang di negara maju, membayar premi mereka anggap sebagai membangun aset. Yang akan mereka nikmati manfaatnya dikemudian hari dalam bentuk asuransi kesehatan, tabungan atau dana pensiun.

Itulah mengapa produk asuransi juga termasuk dalam bentuk prencanaan keuangan yang baik. Berapa banyak para orang tua yang hidup mudanya bekerja keras membangun usaha dan mengumpulkan harta yang pada saat pensiun nanti mereka tidak dapat menikmati harta / kekayaannya. mungkin karena resiko sakit yang membutuhkan biaya yang tidak sedikit.

Berbeda dengan para pensiunan dari negara maju. Saya sering melihat pasangan pensiunan suami-istri yang masih bepergian tour tanpa memusingkan dana / memberatkan anak. Mereka benar-benar menikmati masa tuanya. Karena mereka memiliki perencanaan keuangan yang baik saat dalam kondisi produktif mereka

Membeli produk asuransi memang tidak akan dirasakan manfaatnya sekarang. tapi dengan membeli produk asuransi yang tepat (sesuai dengan kebutuhan) akan sangat bermanfaat pada saat resiko yang tidak pernah kita inginkan terjadi.

Pada saat hal itu terjadi ada dana yang siap cair mengcover bukan dari tabungan / aset anda. tapi dari manfaat asuransi yang kita bayarkan tiap bulan/ tahun tersebut.

Sebaliknya jika kita masih merasa membeli produk asuransi adalah cost / pengeluaran maka pada saat terjadi resiko yang tidak kita inginkan seperti sakit terjadi kita harus mengeluarkan uang dari dana pribadi / tabungan atau bahkan menjual aset. pada saat itu untuk membeli produk asuransi sudah terlambat. Karena perusahaan penyedia jasa asuransi manapun tidak akan menerima klien dalam kondisi tidak sehat.

Asuransikan diri anda sewaktu anda sehat.

Jika sudah memiliki polis asuransi. evaluasikan kembali polis asuransi anda. apakah sudah sesuai dengan perencanaan keuangan anda.

Apa Itu Kebebasan Finansial ?

Perencanaan keuangan bisnis
Perencanaan keuangan bisnis

Kebebasan berarti sebuah tindakan tanpa hambatan. Kata kebebasan identik dengan tidak terkekang, merdeka, sesuka hati, bisa ini dan itu.

Finansial adalah kondisi keuangan atau jumlah harta yang ada pada kita saat sekarang.

Jadi secara sederhana kebebasan finansial itu adalah kondisi dimana segala tindakan kita tidak lagi terkekang oleh masalah keuangan.

Sebagai contoh suatu kondisi kebebasan finansial :

Ketika anda jalan-jalan di sebuah pusat perbelanjaan dan tertarik untuk membeli beberapa benda, maka anda langsung mengambil benda itu, tanpa perlu memikirkan harga yang harus dibayar.

Contoh lain adalah suatu ketika anda kehilangan uang Rp 10.000.000, esok hari setelah kehilangan uang tersebut, anda telah lupa masalah itu.

Kebebasan finansial = kaya

Ya, saya sangat sepakat, untuk mencapai kebebasan finansial seseorang haruslah menjadi kaya dulu. Saya pikir anda juga sepakat dengan saya.

Kaya tidak dilarang agama

Agama sebagai pedoman hidup tidak pernah melarang umatnya untuk menjadi kaya dan mencapai kebebasan finansial.

Lebih dari itu, bahkan beberapa kegiatan keagamaan sangat bergantung pada kondisi finansial, misalnya zakat, qurban, dan ibadah haji bagi umat muslim.

Jalan mencapai kebebasan finansial

Jika pepatah mengatakan ada banyak jalan mencapai roma, menjadi kaya juga ada banyak jalannya. Tapi menurut para pakar, untuk saat ini ada tiga jalan untuk menjadi kaya dengan cepat yaitu:

  • Membangun bisnis sendiri
  • Investasi di bidang property
  • Investasi di bidang valuta asing (forex)

Kapankah kita mencapai kebebasan finansial?

Mengelola dan Mengatur Keuangan Keluarga

Cara membuat perencanaan keuangan
Cara membuat perencanaan keuangan

Memang seringkali banyak kasus keuangan seputar perencanaan keuangan keluarga, seperti inilah pertanyaannya :

Saya tahu bahwa mengelola dan mengatur keuangan keluarga adalah sangat penting demi tercapainya tujuan hidup keluarga, tetapi masalahnya begini lo…

”Gaji saya udah pas-pasan dan tidak tersisa sedikitpun untuk ditabung, apalagi untuk investasi, gimana donk caranya supaya saya bisa mencapai tujuan atau rencana keluarga saya?” Wah ini pertanyaan yang kelihatannya simpel tapi membutuhkan jawaban yang kompleks.

Begini Bapak/Ibu, saya gak bisa sembarangan menjawab pertanyaan ini karena pertama, saya tidak tahu keadaan dan kondisi keuangan Bapak/Ibu, kedua saya tidak tahu pola pengeluaran Bapak/Ibu.

Ini khusus untuk masalah Penerimaan VS Pengeluaran aja lo….ini diperlukan suatu analisa keuangan apakah memang penghasilannya yang terlalu minim untuk memenuhi seluruh kebutuhan hidup keluarga atau pola pengeluarannya yang salah.

Singkat saja jawaban saya apabila setelah melalui proses analisa keuangan ternyata memang ternyata penerimaannya yang minim.

Maka anda dapat melakukan beberapa strategi yaitu pertama, mencari penghasilan tambahan buat ekonomi keluarga misalnya buka warung/toko di rumah, UKM, kerja sampingan sesuai keahlian dan minat atau mencari pekerjaan yang lebih baik yang bisa memberikan penghasilan lebih untuk keluarga.

Kedua dengan membuang atau mengganti sebagian jenis pengeluaran dengan substitusi yang lebih murah, misalnya pilih motor ketimbang mobil, pilih sekolah negeri ketimbang swasta, pilih obat generik ketimbang obat patent, berbelanja di pasar ketimbang di supermarket, dsb.

Namun apabila pola pengeluaran keluarga yang salah, strateginya yang jelas adalah dengan memotong pengeluaran anda yang tidak perlu, cari yang lebih murah dan sisihkan terlebih dahulu buat tabungan sebesar 10% baru lakukan pengaturan belanja keluarga anda.

Terus terang, memang menjadi masalah kalo sebuah gelas tidak terisi air, karena tanpa air kita tidak bisa berbicara soal air sirop, lemon tea, es cendol, es campur, es rumput laut, karena semuanya memerlukan air.

Demikian juga dengan perencanaan keuangan keluarga, jelas semuanya juga memerlukan penerimaan uang baik dari penghasilan bekerja ataupun dari aset yang menghasilkan uang agar bisa berjalannya proses perencanaan keuangan keluarga in demi pencapaian tujuan hidup keluarga.

Tidak beda juga dengan seorang petani, yang memerlukan sebidang tanah terlebih dahulu untuk memulai menggempurkan dan membajak sawahnya, sehingga sawah dapat berhasil ditanami dan dapat menghasilkan padi yang bisa dipanen.

Selalu harus ada starting pointnya….kalo tidak kita bagaikan seorang nelayan yang memancing ikan tanpa umpan apapun….hhmm…hanya sebuah kail aja…..atau seoran serdadu yang pergi ke perang tanpa membawa senjata…..lalu dia bertanya bagaiman saya mengalahkan musuh….?

Singkat kata masalah Penerimaan VS Pengeluaran ini harus digali dalam proporsi yang benar dan jelas. Strateginya adalah tingkatkan penghasilan anda semaksimal mungkin melalui cara di atas dan tekan pengeluaran anda secara bijaksana dengan terlebih dahulu memotong 10% dari penghasilan anda untuk ditabung.

Mau tidak mau anda harus putar otak dan kreatif untuk memperoleh penghasilan. Setelah itu lakukan pengeluaran dengan bijaksana.

Ini hanyalah satu aspek saja dari analisa keuangan keluarga anda, yang juga merupakan salah satu bagian dari seluruh proses perencanaan keuangan keluarga anda.

Semua akan kembali lagi kepada tujuan atau rencana keluarga anda dari mulanya, dan saya melihat salah satu tujuan anda sesuai dengan masalah ini adalah ingin punya tabungan sehingga bisa melakukan investasi untuk masa depan keluarga.

Karena anda kuatir dengan masalah keuangan anda sekarang….hhmmm….jangan putus asa…pasti ada jalannya…..asalkan anda mau berusaha dengan sungguh-sungguh dan ulet serta melakukan manajemen keuangan keluarga dengan baik dan benar…

Terus terang keprihatinan mengenai masalah ini , jangan sampai membuat kita terlena dan menjadi alasan buat kita untuk tidak melakukan sesuatu…Do Something…. Saya yakin anda bisa

Check Also

Pinjam uang 5 juta di bank bri

Rekomendasi Pinjaman Uang 5 Juta yang Legal dan Aman

Ingin pinjaman uang 5 juta? berikut baca ulasannya berikut. Kebutuhan hidup yang semakin banyak membuat …

error: Content is protected !!